JellyPages.com

Senin, 10 Juni 2013

Kehidupan

Kehidupan itu seperti halnya kita belajar memakai eyeliner yang pada awalnya selalu salah memberikan garis terhadap kelopak mata dan kita hapus terus menerus setiap goresan tersebut dan pada akhirnya rapih setiap goresan yang dituangkan agar pada akhirnya goresan garis tersebut sesuai dengan yang kita inginkan.

ngedate judulnya

Orang pertama yang memberikan pertanyaan TUJUAN HIDUP? saya menjawab tujuan hidup itu adalah untuk mencari UANG, dan dia berkata benar tetapi ada yang kurang satu lagi yaitu SPIRITUAL. Jika materi tidak dilakukan dengan spiritual seperti ibadah hal tersebut akan punah begitu saja. Jadi hidup itu harus balance materi dan spiritual agar hidup berjalan dengan baik, karena allah yang mengatur jalannya kehidupan ini, bukan uang yang mengatur kehidupan ini, dan tetap kita harus berusaha untuk mendapatkan suatu keinginan, tidak bisa begitu saja untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

hahhahhah

Ngerasain rasanya berada ditempat yang tidak kita sukai itu seperti apa rasanya. Entah saya tidak tau akan dibawa kemana saya pergi dan pada akhirnya kendaraan yang saya tumpangi berhenti juga setelah sekian lama melewati macetnya kota Bandung ini. Ketika berhentinya kendaraan saya bertanya: ini tempat apa? karena bagi saya itu asing, tetapi saya melihat ditempat itu ada suatu tempat bernamakan "GARAGE SALE" ya saya seneng diajak ketempat itu dan dia berkata: kita bukan ke tempat itu tetapi kita ke sebelah tempat itu, dan tempat itu bernamakan "BACAAN BUKU, MAJALAH, KOMIK". Saya diam ketika mengetahui tempat tersebut karena saya tidak menyukainya. Saya hanya duduk manis mendengarkan lagu di ipod dan dia membaca buku dengan santainya. Saya tidak bisa berbicara selayaknya saya berbicara, yang saya lakukan berbicara dengan mulut ditutup bisik-bisik dan itu adalah hal yang bukan saya banget. Didalam suatu tempat harus melakukan puasa berbicara dan keadaan disitu hening tanpa orang berbicara, jika saya ingin melakukannya harus dengan bisik-bisik dan itu suatu hal yang paling tersiksa.

Ladies

Saya bangga selain mempunyai keluarga yang masih utuh, saya juga mempunyai teman-teman yang banyak seperti halnya ladies, mereka yang membuat saya berubah menjadi baik. Ladies adalah wanita yang berjumlah 12 orang dan tanpa campur anggota pria didalam perkumpulan kami yang biasanya suatu perkumpulan percampuran pria dan wanita tetapi didalam perkumpulan kami semuanya wanita beranggotakan 12 orang. Didalam kegiatan perkumpulan semuanya yang kita lakukan balance dari mulai style, shopping, ibadah, kongkow, dan yang paling penting kuliah number satu karena kita mengejar target lulus dengan hasil yang memuaskan dan membuat bangga kedua orang tua. Bismilah februari kita memakai toga dan kebaya.

style is number blablabla but money number one

Menurut ibu dan bapa penampilan tu ga ngaruh didalam hidup, mereka berpenampilan biasa aja tapi mereka selalu bilang penampilan ga menunjukan seseorang itu bahwa dia berada atau tidak, yang terpenting yaitu dia mempunyai uang atau tidak, gaya oke jika tidak mempunyai uang sama aja semua itu bohong. Dalam hidup uang yang terpenting bukan gaya yang didahulukan.

say mom and dad

Ibu dan bapa selalu bilang hidup tu jangan banyak gengsi, ga bakalan maju seseorang jika hidupnya yang dia lakukan semuanya selalu gengsi. Kita ga bakalan maju jika didalam diri kita yang kita lakukan apa-apa gengsi. Hidup berjalan dengan baik jika kita menjauhkan diri dari kata gengsi. Buang jauh - jauh gengsi didalam benak diri kita jika kita akan maju sukses.

Keluarga

Anggota keluarga saya yaitu ibu, bapa, aa, teteh, saya dan dua malaikat kecil yaitu ponakan - ponakan yang bernama Putri dan Letisya mereka semua melengkapi isi keluarga besar kami. Saya bangga dengan keluarga yang masih utuh dan tetap harmonis menjalankan kehidupan ini yang saya pikir tidak seberuntung keluarga orang lain diluar sana. Harta yang tak ternilai harganya yaitu keluarga.